Setting Microtik OS Pada Virtual Box

Cara setting Mikrotik OS menggunakan Virtual Box

Halo guys...Pada artikel kali ini saya akan memberikan tutorial langkah-langkah setting mikrotik OS pada Virtual Box, untuk lebih jelasnya perhatikan setiap langkah dibawah ini :

Sebelum melakukan instalasi mikrotik di VirtualBox siapkan terlebih dahulu Virtual Mchine (VM) dengan cara berikut ini :

1. Buka aplikasi Virtual Box
2. Pada halaman utama klik new dan isikan nama vm misalnya "Praktik TIF 2B"  lalu ubah type menjadi linux dan versinya linus 2.4 (32-bit) lalu nex


3. Selanjutnya atur memory size sesuaikan dengan kebutuhan 


4. Hard disk file type pilih VDI (Virtual Disk Image) atau VHD, klik Next

5. Storage and physical hard disk pilih dynamically allocated, klik Next
6. File location and size hard disk atur sesuai kebutuhan, klik Create
7. Selanjutnya sebelum melakukan installasi setting terlebih dahulu network, disini membutuhkan 3 ethernet. Klik bagian setting >> network pada adapter 1 " host only adapter", adapter 2 " bridge" adapter 3 " internal network" ceklis juga adapter 4 klik "ok"



8. Selanjutnya klik start,tentukan lokasi file ISO MikroTik > Ok

9. Pada halaman Welcome to MikroTik Router Software, tekan tombol A pada keyboard untuk memilih semua layanan MikroTik yang akan di install

10. Untuk memulai proses instalasi MikroTik tekan tombol I pada keyboard
11. Berikutnya muncul pertanyaan “Do you want to keep old configuration?” tekan tombol y
12. Tekan tombol y lagi untuk melanjutkan proses instalasi MikroTik
13. Jika instalasi sudah selesai, jangan langsung tekan Enter, hilangkan centang pada file ISO MikroTik dengan cara klik Devices > Optical Drives > MikroTik > klik Force Unmount



14. Terakhir tekan Enter
15. Untuk masuk ke halaman utama MikroTik, login dengan user “admin” dan password biarkan kosong

17. Selanjutnya untuk mengubah nama Router nya menggunakan perintah " system identity set name=Router Desy" lalu enter

18. Selanjutnya untuk melihat interface menggunakan perintah "interface pr"


19. Selanjutnya mengganti nama tiap ether dengan cara mengetik interface set ether1 name=ether1-internet dan dilanjutkan dengan mengetik interface pr untuk mengetahui apakah ether nya sudah terganti atau tidak, lakukan langkah tersebut kesemua ether.
20. Selanjutnya masukkan IP pada tiap ethernet. Contohnya ethernet1 dengan mengetik ip address add address=192.169.1.3/24 interface=ether1-internet Lalu ketik juga ip address pr untuk memastikan apakah ip address sudah tersetting atau belum. lakukan langkah tersebut keseluruh client
21. Selanjutnya menambahkan ip getway,  Kemudian, tambahkan "nat masquerade" dengan cara mengetik "ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-ether1-internet"

22. Selanjutnya atur Ip address virtual box  dan ip gateway di Network Connections. Ip address virtual box = 192.168.1.3 dan ip gateway = 192.168.1.1

23. Untuk memastikan  ip address virtual box telah terkoneksi dengan Router selanjutnya kita ping Ip virtual box

TUGAS

Setelah proses selesai selanjutnya setting pada client, sebelum itu siapkan ISO windows, contohnya ISO win 7/10 , berikut langkah-lankahnya :

1. Buka VirtualBox 
2. Pilih New lalu buat nama yang kamu inginkan. Contoh : Client _Windows 7 kemudian atur sesuai kebutuhan hingga proses install selesai

2. Selanjutnya start dan pilih ISO win 7 dengan cara addkemudian nex
3. Atur Type nya menjadi Windows dan Versionnya Windows 7 (32-bit). Sebelum itu, pastikan terlebih dahulu bahwa ISO Windows telah terinstall.
4.  Kemudian Next dan atur memory size nya sesuai kebutuhan. Selanjutya create dan next.
5.  Untuk storage on physical hard disk nya atur dynamically allocated untuk membutuhkan ruang tambahan itu dapat dilakukan. Lalu pilih next and create.
6. Sebelum  install, setting network nya. Buatlah 3 ethernet, dimana adapter pertama "internal network", adapter kedua "bridge adapter", dan adapter ketiga "host-only adapter".



7. Selanjutnya klik start pada client_windows 7 untuk  instalasi windows nya 
8. Pilih bagian custom (advanced), tunggu proses install selesai



9. Masukkan nama komputer sesuai keinginan kemudian Ubahlah pengaturan zona waktu pada sistem operasi Windows 10. Pilih Time Zone Bangkok, Hanoi, Jakarta. Lalu klik tombol Next.



10. Setelah selesai dilanjutkan untuk memasukkan ip pada client dengan klik kiri bawah "open network and sharing center" 

11. Kemudian pilih local area connection sesuai dengan settingan adapter 
12. Selanjutnya atur Ip address dan ip gateway di Network Connections. Ip address client = 172.16.1.1 dan ip gateway = 172.16.1.2


13. Langkah terakhir lakukan pengujian ip dengan cara ping ke alamat 172.16.1.2 dan ping google yaitu 8.8.8.8 jika setatus replay artinya sudah berhasil

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat!!!



~SEMANGAT~











Komentar